"Pak Menteri Sarmuji langsung tancap gas ingin menerjemahkan visi Presiden Prabowo dengan menempatkan industri sebagai salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Ini sejalan dengan agenda hilirisasi yang berada di bawah koordinasi Menko Bahlil," ujarnya.
Abdul Rahman berpandangan, penguatan industri merupakan bagian penting dari transformasi struktur ekonomi Indonesia menuju kegiatan ekonomi dengan nilai tambah lebih tinggi. Proses tersebut antara lain ditandai dengan berkembangnya industri pengolahan, akumulasi modal, transfer teknologi dan peningkatan produktivitas.
Ia melihat pengembangan industri padat teknologi dan padat karya dapat berjalan secara beriringan. Industri berbasis teknologi berperan dalam peningkatan produktivitas dan daya saing, sementara industri padat karya memiliki kontribusi penting terhadap penciptaan kesempatan kerja.
"Menurut saya, industri padat teknologi dan padat karya bisa dikembangkan secara simultan. Dengan begitu, peningkatan produktivitas dan nilai tambah dapat berjalan beriringan dengan perluasan lapangan kerja," katanya menambahkan.
Di sisi lain, Abdul Rahman memandang penguatan industri substitusi impor dapat menjadi salah satu ruang kebijakan yang melengkapi agenda hilirisasi di bawah kepemimpinan Sarmuji di Kementerian Perindustrian.