β€œKenapa harus pakai negara lain? Mereka yang dapat pajak, mereka yang mempunyai neraca perdagangan. Tetapi baru ada bencana sedikit saja, sudah gopoh-gopoh kayak orang apa aja. Jadi, jangan lagi kita kirim ke sana. Kita kirim langsung,” ujar Bahlil.

Bahlil menolak untuk mengungkapkan negara mana yang dimaksud. Meskipun demikian, ia berseloroh bahwa masyarakat pasti mengetahui negara apa yang ia maksud.

β€œKalau ditanya negara mana, kamu tahu dalam hati kalian sudah itu,” kata dia.