NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyampaikan pembentukan kementerian baru tersebut bertujuan untuk mengawal program prioritas di tengah dinamika geopolitik yang tidak menentu.

“Bapak Presiden memandang penting untuk program-program prioritas terkait dengan hilirisasi, terkait dengan transisi energi sebagai komitmen global dari Paris Agreement,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Kamis.

Pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, tutur Bahlil, juga dilandasi oleh kondisi geopolitik yang tidak menentu dan dinamika ekonomi dunia yang menuntut kehadiran energi bersih.