Bahlil menyampaikan, kesadaran ihwal perlunya melakukan koordinasi secara komprehensif dan terukur untuk mewujudkan program-program prioritas di tengah gejolak geopolitik itulah yang mendorong pembentukan kementerian baru tersebut.

β€œIni (program-program prioritas) tidak bisa dilakukan dengan cara parsial, tetapi harus dilakukan dengan komprehensif, terukur, dan betul-betul dapat diwujudkan dengan target apa yang diperintahkan oleh bapak Presiden,” kata Bahlil.

Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dalam upacara yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis.