Dia menyampaikan, kawasan Pantura Jawa memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional karena berkontribusi sekitar 28 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Ia menyebutkan, penurunan permukaan tanah di sejumlah wilayah Pantura mencapai 5–20 sentimeter per tahun, bahkan terdapat daerah yang mengalami penurunan hingga 25 sentimeter per tahun.

Menurut AHY, tanpa intervensi melalui pembangunan fisik dan penanaman mangrove, kondisi tersebut berpotensi semakin mengancam masyarakat pesisir. Oleh karena itu, penanganan Pantura perlu dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.