AHY menjelaskan, penanaman mangrove di Desa Timbulsloko merupakan langkah awal dari gerakan nasional untuk melindungi Pantura Jawa. Program tersebut menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui pembentukan Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ).
Program perlindungan Pantura mencakup wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur yang melibatkan pemerintah daerah di lima provinsi dan 25 kabupaten/kota, serta 18 kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri.
Selain penanaman mangrove, upaya perlindungan pesisir dilakukan melalui pembangunan infrastruktur pengendalian gelombang. Salah satunya dengan pembuatan hexbrick yang berfungsi sebagai pemecah gelombang atau breakwater untuk mengurangi arus dan energi gelombang sehingga dapat menekan risiko abrasi.