Menurutnya, potensi ekonomi di sekitar pesantren dapat menjadi titik awal pengembangan kewirausahaan. Sektor pertanian, perkebunan kopi, dan berbagai potensi lokal lainnya perlu dioptimalkan agar santri tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan usaha dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Indonesia membutuhkan pengusaha-pengusaha yang tumbuh, pengusaha-pengusaha baru yang akan menjadi penopang ekonomi nasional," kata Muhaimin Iskandar.

Pihaknya pun meminta BUMN mengambil bagian dalam mempercepat peningkatan kualitas dan kemandirian pesantren. Keterlibatan BUMN diharapkan dapat memperluas kolaborasi, membuka jejaring, serta memberikan dukungan bagi pengembangan usaha yang dirintis para santri.