NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengajak pesantren mengambil peran besar dalam mencetak wirausaha baru yang tangguh dan mandiri agar para santri menjadi pelaku ekonomi setelah lulus.

"Saya akan terus dorong dari Pondok Pesantren Al Hikmah 2 ini lahir pengusaha-pengusaha tangguh yang kaya raya. Saya juga meminta para santri agar dididik tidak hanya dalam satu kali acara saja, tetapi terus dibina dan dibimbing agar lahir pengusaha dari pesantren ini sebanyak-banyaknya," kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Hal itu dikatakannya saat kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Ia mengatakan pendidikan pesantren perlu terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi yang unggul, kompeten, dan memiliki keterampilan memadai.

Dengan demikian, santri tidak hanya memiliki fondasi agama yang kuat, tetapi juga siap menjadi pemimpin, tokoh masyarakat, sekaligus pengusaha yang mampu menciptakan peluang ekonomi.

Muhaimin Iskandar berharap lulusan pesantren memiliki akses dan koneksi yang memungkinkan mereka mengembangkan usaha secara lebih luas.

Dukungan tersebut perlu mencakup pengembangan kurikulum, infrastruktur, pembinaan usaha, hingga perluasan akses pasar.

Menurutnya, potensi ekonomi di sekitar pesantren dapat menjadi titik awal pengembangan kewirausahaan. Sektor pertanian, perkebunan kopi, dan berbagai potensi lokal lainnya perlu dioptimalkan agar santri tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan usaha dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Indonesia membutuhkan pengusaha-pengusaha yang tumbuh, pengusaha-pengusaha baru yang akan menjadi penopang ekonomi nasional," kata Muhaimin Iskandar.

Pihaknya pun meminta BUMN mengambil bagian dalam mempercepat peningkatan kualitas dan kemandirian pesantren. Keterlibatan BUMN diharapkan dapat memperluas kolaborasi, membuka jejaring, serta memberikan dukungan bagi pengembangan usaha yang dirintis para santri.