NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar memandang capaian dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto - Wapres Gibran Rakabuming Raka terkait pemberdayaan masyarakat mengubah pendekatan penanggulangan kemiskinan, dari pemberian bantuan menjadi membangun kemandirian masyarakat.

"Dua tahun ini kita sudah mendorong dan menjadikan paradigma baru. Tagline-nya adalah 'Bansos Sementara, Berdaya Selamanya'. Yaitu para penerima bansos harus terus-menerus diberi capacity building untuk naik kelas menjadi pelaku ekonomi," ujar Menko Muhaimin Iskandar dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Saat menghadiri acara Perintis Berdaya Connect (PBC) di Bandung Creative Hub, Bandung, Jawa Barat, ia menilai dua tahun penguatan pemberdayaan masyarakat diarahkan untuk mengubah pendekatan penanggulangan kemiskinan.

Dikatakannya, bantuan sosial tetap dibutuhkan untuk melindungi masyarakat yang rentan.

Namun, dukungan tersebut perlu diiringi dengan pemberdayaan yang berkelanjutan agar masyarakat memiliki kemampuan, kesempatan, dan akses untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Dengan pendekatan itu, diharapkan semakin banyak penerima bantuan sosial bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang produktif.

Menko Muhaimin menambahkan, pemberdayaan tidak cukup hanya dilakukan dengan memberikan pelatihan.

Pemerintah perlu memperkuat seluruh proses pengembangan usaha, mulai dari perbaikan kualitas produk, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.

"Pemberdayaan ini memperbaiki hulunya, produk awalnya, sampai capacity building-nya, sampai pasar tingkat globalnya," kata Muhaimin Iskandar.

Dalam dua tahun terakhir, upaya tersebut juga diarahkan pada perbaikan regulasi dan penyempurnaan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Langkah itu diperlukan agar dukungan bagi masyarakat dan pelaku usaha semakin terhubung, mulai dari peningkatan keterampilan hingga pengembangan produk dan perluasan pemasaran.

Kolaborasi pun terus diperkuat untuk mendukung keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tetap bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan usaha.

"Dua tahun ini telah berhasil mulai memperbaiki regulasi, memperbaiki dan menyempurnakan kolaborasi. Alhamdulillah sekarang tumbuh dan mempertahankan UMKM supaya tetap eksis," kata Muhaimin Iskandar.