Zulkifli mengatakan potensi pasar karbon Indonesia dapat mencapai 7,7 miliar dolar AS per tahun.

Saat ini, pemerintah juga telah menerbitkan unit karbon untuk empat proyek sektor kehutanan dengan potensi pengurangan emisi sekitar 30 juta ton CO2 ekuivalen.

Ia menyebut keempat proyek tersebut diperkirakan memiliki nilai transaksi sekitar Rp5 triliun dan berpotensi menghasilkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sekitar Rp500 miliar.