Menurut dia, capaian tersebut perlu dilihat bukan hanya dari kemampuan memenuhi kebutuhan pangan tanpa impor, tetapi juga dari manfaatnya bagi petani sebagai pelaku utama produksi.
Salah satu indikator yang menunjukkan perbaikan kondisi petani adalah nilai tukar petani yang meningkat dari 116 pada 2024 menjadi 131 pada 2025 seiring upaya pemerintah memperkuat produksi pangan nasional.
“Swasembada itu kehormatan. Kehormatan kita, kehormatan rakyat Indonesia, kehormatan petani, nelayan, peternak Indonesia yang berjumlah 160 juta orang,” katanya.
Zulhas mengatakan ketergantungan terhadap impor pangan selama bertahun-tahun berisiko membuat petani dalam negeri kehilangan kesempatan menikmati manfaat ekonomi dari besarnya kebutuhan pangan masyarakat.