Oleh sebab itu, kata dia, keberhasilan produksi beras dan jagung menjadi langkah awal untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dengan menempatkan petani sebagai pihak yang memperoleh manfaat langsung dari peningkatan produksi dan berkurangnya ketergantungan pada pasokan luar negeri.

Terlebih, swasembada pangan merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani, nelayan, dan peternak sehingga kebijakan pangan harus berorientasi pada kemandirian nasional sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Zulhas berharap capaian di sektor beras dan jagung dapat menjadi pijakan untuk memperluas keberhasilan swasembada ke komoditas pangan lainnya agar ekonomi kerakyatan semakin kuat dan kesejahteraan produsen pangan terus meningkat.