Prioritas kedua berfokus pada penyiapan 9 juta talenta digital pada 2030 melalui pendidikan, Beasiswa Talenta Digital, dan fasilitas super tax deduction hingga 200 persen.
Sektor semikonduktor juga didorong melalui kolaborasi industri dan perusahaan perancang cip untuk melatih 15.000 insinyur perancang cip dalam waktu 3 tahun.
Prioritas ketiga adalah mempercepat adopsi AI dengan dukungan 229 juta pengguna internet dan 22 juta UMKM digital di tanah air.
Penerapan AI diarahkan untuk mendongkrak rantai pasok manufaktur serta layanan publik seperti OSS, logistik, perpajakan, kesehatan, serta kawasan industri.
Prioritas keempat mencakup tata kelola dan kolaborasi global melalui posisi Indonesia sebagai pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization.
Catatannya, organisasi global tersebut berpotensi membuka investasi baru senilai 8–12 miliar dolar AS, yang diperkuat lewat Project NUSA antara Korika bersama Singapura.
"Saya berharap Project NUSA mendorong pertumbuhan berbasis AI dengan layanan yang lebih baik, lebih banyak lapangan kerja, dan pendapatan baru menuju Indonesia Emas 2045," tutur Menko Perekonomian.