NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mendorong pesantren tidak hanya menjadi ruang pendidikan, tetapi juga pusat pemberdayaan yang membekali santri dan masyarakat dengan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan mengembangkan potensi untuk membangun kemandirian.

"Pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar. Pesantren bisa menjadi ruang untuk membangun manusia yang punya karakter, keterampilan, kemampuan melihat peluang, dan pada akhirnya mampu mandiri," ujarnya di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan hal itu saat mengunjungi pesantren atau Sekolah Rimba Indonesia yang dikembangkan Yayasan Pemuda Hijrah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Ia menilai model pendidikan yang memadukan pembentukan karakter, keterampilan hidup, kepedulian lingkungan, dan pengembangan potensi lokal menjadi contoh nyata tentang pemberdayaan dapat tumbuh dari lingkungan pendidikan.

Menurut dia, pemberdayaan harus dimulai dengan membangun kapasitas manusia.