Pengembangan kebun juga terus dilakukan melalui tambahan sekitar 2 hektare lahan baru yang telah ditanami kopi Arabika.
Menurut dia, tantangan utama bukan hanya meningkatkan produksi kopi, tetapi juga memastikan tersedianya kapasitas untuk menyerap produksi tersebut ke dalam rantai pengolahan.
Dengan produksi sekitar 50 ton dan 36 ton masih dijual mentah, peningkatan kapasitas pascapanen dan pengolahan menjadi kebutuhan penting untuk memperbesar manfaat ekonomi yang diterima petani.
"Jangan hanya berpikir bagaimana produksinya bertambah. Kalau produksi bertambah tetapi sebagian besar masih keluar sebagai bahan mentah, nilai yang dinikmati petani juga belum maksimal. Kita perlu memperkuat dari pascapanen, pengolahan, penyimpanan, branding sampai akses pasarnya," kata Muhaimin Iskandar.
Pengembangan produk kopi lokal Manglayang saat ini telah mencakup greenbean, roastbean, dan kopi bubuk.