Produk tersebut berasal dari kopi petani lokal dan dikembangkan melalui sistem agroforestri serta pengolahan yang terkontrol.
Karena itu, pengembangan ke depan diarahkan pada penguatan budidaya dan pascapanen, peningkatan kapasitas pengolahan dan kualitas produk, serta penguatan branding dan akses pasar.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan penyerapan hasil panen sehingga porsi kopi yang diolah menjadi produk bernilai tambah terus meningkat.
Menko Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa penguatan rantai nilai kopi harus menempatkan petani sebagai bagian penting dari proses penciptaan nilai.
"Kita ingin produksi kopi semakin besar, tetapi yang lebih penting adalah semakin besar pula manfaat ekonominya yang diterima petani. Jangan sampai produksi meningkat, tetapi nilai tambahnya justru dinikmati di luar wilayah produksi," ujarnya.