Kedua pihak dinilai perlu membangun langkah-langkah preventif agar potensi perundungan dapat dikenali dan ditangani lebih awal, baik ketika anak berisiko menjadi korban maupun menunjukkan perilaku sebagai pelaku.

"Hal ini bukan saja melindungi ancaman bullying, tetapi juga menyiapkan langkah-langkah preventif bersama para orang tua agar anak-anaknya tidak menjadi korban maupun pelaku bullying. Yang paling penting itu," kata Muhaimin.

Menurut dia, pendekatan bersama bertujuan untuk memastikan persoalan perundungan ditangani dari kedua sisi.

Perlindungan terhadap korban harus berjalan beriringan untuk mencegah perilaku perundungan berulang, sehingga lingkungan pendidikan menjadi tempat yang aman bagi seluruh anak untuk belajar dan berkembang.