Ia juga mendorong para sarjana baru mengambil peran sebagai generasi yang membawa perubahan dan perbaikan bagi bangsa.
"Lulusan saat ini memasuki dunia yang berubah jauh lebih cepat. Perkembangan teknologi informasi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, hingga menyelesaikan berbagai persoalan. Perkembangan AI juga membuat batas antara pekerjaan manusia dan teknologi semakin berubah," katanya.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan teknologi perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan agar kemajuan teknologi tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kita harus betul-betul mampu mengadaptasikan diri dan memposisikan diri di tengah berbagai kecerdasan buatan yang mengikuti nilai-nilai kemanusiaan kita," kata Muhaimin Iskandar.