NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengingatkan para wisudawan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengubah ilmu yang dimiliki menjadi karya serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Saya ingin menyampaikan sebuah kenyataan yang harus kita antisipasi bersama, terutama kepada seluruh sarjana baru untuk tidak pernah berhenti di titik ini, untuk terus belajar, untuk terus memperbaiki, untuk terus menyempurnakan seluruh perolehan ilmu pengetahuan, prestasi yang diraih dan berbagai pengalaman, pengajaran dan pendidikan di universitas kita tercinta ini," katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan hal itu saat menghadiri acara Wisuda Ke-35 Universitas Ibrahimy Situbondo, Jawa Timur.

Pihaknya mendorong perguruan tinggi untuk keluar dari pola business as usual dengan memperkuat inovasi, kreativitas, dan kolaborasi.

Ia menegaskan bahwa kemajuan tidak hanya dapat tumbuh di kota-kota besar, tetapi juga dari daerah yang memiliki ekosistem pendidikan dan tradisi keilmuan yang kuat.

"Kemajuan bukan hanya di Jakarta, bukan hanya di Surabaya, Bandung, atau Medan. Kemajuan bisa tumbuh dan menjadi kekuatan utama di manapun, termasuk di Situbondo, kalau kita istikamah dan konsisten pada fondasi ilmu pengetahuan dan teknologi," kata dia.

Ia menekankan pentingnya kemampuan generasi muda untuk terus belajar dan memperbarui pengetahuan setelah menyelesaikan pendidikan formal.

Para sarjana dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menciptakan solusi baru.

Ia juga mendorong para sarjana baru mengambil peran sebagai generasi yang membawa perubahan dan perbaikan bagi bangsa.

"Lulusan saat ini memasuki dunia yang berubah jauh lebih cepat. Perkembangan teknologi informasi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, hingga menyelesaikan berbagai persoalan. Perkembangan AI juga membuat batas antara pekerjaan manusia dan teknologi semakin berubah," katanya.

Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan teknologi perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan agar kemajuan teknologi tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kita harus betul-betul mampu mengadaptasikan diri dan memposisikan diri di tengah berbagai kecerdasan buatan yang mengikuti nilai-nilai kemanusiaan kita," kata Muhaimin Iskandar.