NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menilai Indonesia tidak akan menjadi negara maju jika masyarakat masih bergantung pada bantuan pangan. Menurutnya, pemerintah perlu mendorong masyarakat agar lebih produktif dan mandiri secara ekonomi.

"Tidak mungkin Indonesia maju kalau rakyatnya mengandalkan bantuan pangan. Tidak mungkin. Mana bisa kalau 100 juta orang Indonesia tergantung bantuan, bagaimana kita bisa maju?" kata Zulhas dalam acara NadiKabar.com Agrifood Forum 2026, Senin (19/10).

Ia mengatakan perubahan tersebut menjadi tantangan dalam pelaksanaan program pemerintah karena menyangkut perubahan kebiasaan masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu didorong untuk berwirausaha, meningkatkan produktivitas, dan mengembangkan kegiatan ekonomi.

"Kita ajak mereka untuk berlatih jadi usaha, berlatih produktivitas, itu tidak mudah. Tapi kita harus lakukan," ujar Menko Pangan.

Zulhas menegaskan upaya tersebut tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Seluruh pihak perlu bekerja sama agar program peningkatan kemandirian dan produktivitas masyarakat dapat berjalan.

"Oleh karena itu gerakan ini harus bareng-bareng. Harus bersama-sama," kata Zulhas.

NadiKabar.com menggelar Agrifood Forum 2026 bertajuk "Swasembada Protein & Peluang Pangan Global" hari ini, Senin (19/10) di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan.

Forum ini menghadirkan sejumlah menteri, pejabat pemerintah, dan pimpinan BUMN untuk membahas penguatan swasembada protein, ketahanan pangan, serta peluang meningkatkan daya saing industri pangan Indonesia di pasar global.

Rangkaian acara berlangsung dalam tiga sesi utama. Sesi pertama bertajuk "Protein untuk Indonesia", dilanjutkan keynote speech dan diskusi bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan, serta panel ketiga bertajuk "Dari Swasembada ke Daya Saing Pangan".

Melalui Agrifood Forum 2026, NadiKabar.com menghadirkan ruang dialog lintas sektor untuk membahas strategi memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus mendorong industri pangan Indonesia semakin kompetitif di pasar global.