NADIKABAR.COM — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengangkat pentingnya peluncuran domain aksara nusantara sebagai wujud inklusivitas digital dalam Pertemuan Umum Tahunan ICANN87 di Bali.

"Bagi Indonesia, sebuah negara dengan ratusan bahasa dan warisan budaya yang kaya, ini adalah pertimbangan yang sangat penting," kata Menkomdigi di Badung, Senin.

Inisiatif pelestarian identitas lokal tersebut telah dimulai melalui kehadiran domain aksara daerah di dalam ekosistem digital nasional.

Pada bulan Desember 2025, PANDI dan para mitranya mengawali dengan meluncurkan domain tingkat kedua aksara Bali di dalam ekosistem .id.

Meutya menyatakan Kementerian Komdigi bersama pengelola nama domain terus memperluas penerimaan universal tersebut mencakup berbagai aksara daerah lainnya di Indonesia.

"Berdasarkan inisiatif ini, PANDI sedang mempersiapkan pengembangan lebih lanjut yang melibatkan aksara Sunda, aksara Jawa, dan aksara Batak, yang diharapkan akan diperkenalkan pada resepsi penyambutan nanti malam," ujarnya.

Selain peluncuran domain aksara, Meutya dalam forum ICANN87 juga memaparkan pencapaian konektivitas internet yang merata guna memperluas partisipasi digital masyarakat hingga pelosok negeri.