NADIKABAR.COM β Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid membawa pembahasan mengenai tiga arah transformasi digital Indonesia pada para delegasi yang hadir dalam pembukaan Bali Tech Week (BTW) 2026.
βTugas utama kita tidak lagi hanya membangun konektivitas Indonesia, tetapi juga memastikan konektivitas itu diterjemahkan menjadi pertumbuhan, baik ekonomi, masyarakatnya, maupun perbaikan layanan publik," kata Meutya di Sanur, Bali, Senin.
Menkomdigi menambahkan bahwa tidak pertumbuhan ekonomi yang layak dikejar kalau tidak ada keterjagaan.
"Pada ujungnya, inovasi harus mampu melindungi masyarakat, dan melindungi perusahaan dengan memberikan kepastian regulasi," ujar dia.
Meutya menekankan bahwa Indonesia telah memiliki skala pasar digital yang besar. Tahap berikutnya adalah mengubah skala tersebut menjadi produktivitas, inovasi, dan kemampuan teknologi nasional melalui tiga arah transformasi digital yakni terhubung, tumbuh dan terjaga.
Pada pilar terhubung hal yang ditekankan mengenai pentingnya kualitas, keterjangkauan, dan keandalan konektivitas. Dalam paparannya, Meutya menyampaikan bahwa sekitar 235 juta penduduk Indonesia telah menggunakan internet pada 2026, dengan penetrasi mencapai 81,72 persen, sementara jaringan 4G telah menjangkau 98,96 persen populasi.
Ia menilai teknologi perlu memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha. Konektivitas menjadi bermakna ketika membantu usaha kecil memasuki pasar baru, memungkinkan pelajar mengakses pembelajaran tanpa gangguan, dan mempermudah masyarakat memperoleh layanan yang sebelumnya sulit dijangkau.
Pilar kedua yakni tumbuh, membahas mengenai pengembangan ekonomi digital yang diarahkan untuk meningkatkan efisiensi usaha, memperluas akses pasar, dan menciptakan nilai tambah. Laporan e-Conomy SEA 2025 memperkirakan nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia mencapai 99 miliar dolar AS pada 2025, tumbuh 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam hal ini, Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong keterhubungan antara talenta, startup, perguruan tinggi, industri, investor, dan pasar. Dalam ekosistem Garuda Spark, Meutya memaparkan bahwa 178 program telah menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital, membina 80 startup, dan melibatkan 80 mitra, dengan investasi langsung yang tercatat mencapai lebih dari Rp429,5 miliar.
Penguatan ekosistem ini diharapkan memperluas kesempatan bagi inovator Indonesia untuk mengembangkan produk, memperoleh pendanaan, dan menjangkau pasar, termasuk dalam industri gim. Pemanfaatan teknologi juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan layanan publik melalui pertukaran serta pemadanan data antarlembaga.
Kemudian pada pilar terjaga, ia menekankan pelindungan masyarakat, keamanan layanan digital, serta pengaturan yang jelas dan dapat diterapkan secara konsisten.
Kepercayaan menjadi fondasi agar masyarakat merasa aman menggunakan teknologi, pelaku usaha memahami tanggung jawabnya, dan investor memiliki kepastian untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Upaya ini mencakup pelindungan anak melalui implementasi PP Tunas, penanganan konten berbahaya, literasi digital, serta penguatan pelindungan data pribadi.
Pemerintah juga menempatkan tata kelola AI, pengembangan talenta digital yang terhubung dengan kebutuhan industri, dan pelindungan data pribadi sebagai agenda penting.
Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026, Meutya mengajak seluruh pemangku kepentingan melihat kemajuan yang telah dicapai sekaligus pekerjaan yang masih perlu diselesaikan.
Penguatan infrastruktur, pengembangan industri, peningkatan kemampuan masyarakat, dan pelindungan pengguna perlu berjalan searah agar transformasi digital memberikan hasil nyata.
Bali Tech Week 2026 (BTW 2026) merupakan inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital yang dikelola bersama DS Group sebagai platform payung kegiatan teknologi yang menghubungkan pemerintah, industri, pendiri perusahaan, investor, dan komunitas teknologi nasional maupun internasional untuk membangun kolaborasi serta membuka peluang bisnis dan kemitraan.
Edisi perdana BTW 2026 berlangsung pada 19β23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali, dengan tema βArchipelago Ascending β Advance Together, Innovate Further.β
Menghimpun 13 kegiatan utama (anchor events) dalam satu pekan dan satu agenda bersama, BTW 2026 mencakup sektor startup, gim, kecerdasan artifisial (AI), keamanan siber, aset digital, infrastruktur, kebijakan, dan investasi.
BTW 2026 2026 menargetkan lebih dari 4.000 peserta, termasuk 1.000 delegasi internasional, dengan perwakilan lebih dari 30 negara.