Sejalan dengan amanat tersebut, CEO Telin Abdul Rahman Ansyori mengatakan Telin terus bertransformasi guna memperkuat kapabilitasnya sebagai perusahaan konektivitas global.

Telin kini semakin memperluas fokusnya dari konektivitas konvensional point-to-point menuju pengembangan koridor konektivitas yang lebih luas, yang menghubungkan bisnis, masyarakat, dan ekosistem digital di berbagai pasar melalui infrastruktur yang terintegrasi.

"Kami terus berkembang, dari sekadar menghubungkan titik menjadi menghubungkan koridor, sehingga menciptakan jembatan digital yang lebih kuat antara Indonesia dan dunia," kata Ansyori.

Transformasi tersebut juga tercermin pada kinerja bisnis Telin. Pada periode 2019 hingga 2025, pendapatan Telin meningkat sekitar 1,6 kali lipat, sementara laba bersih tumbuh sekitar lima kali lipat.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan penguatan kinerja Telin sekaligus kemampuannya menangkap peluang dari meningkatnya kebutuhan konektivitas lintas negara.

Saat ini, Telin terus mengembangkan jejaring bisnisnya melalui kemitraan dengan berbagai perusahaan teknologi terkemuka, sekaligus mendukung kebutuhan konektivitas di Amerika Serikat, Indonesia, dan berbagai pasar internasional lainnya.