Menurut dia, platform media sosial dan gim ada yang dirancang untuk membuat pengguna terus menerus menggunakannya, membuat anak sulit mengendalikan penggunaan perangkat digital.

"Banyak anak-anak yang dengan desain dari produk media sosial, gim, dan lain-lain itu memang sengaja dibuat kecanduan, sehingga ketika ditarik itu emosional. Dilarang itu bisa marah sama orang tuanya, bahkan ada yang sampai melukai orang tuanya," ia menjelaskan.

Selain itu, platform digital dengan fitur komunikasi yang memungkinkan anak berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal dapat membuka peluang terjadinya perundungan, penipuan, dan eksploitasi seksual.​​​​​​​

Aktivitas di ruang digital juga menghadirkan risiko penyalahgunaan data pribadi serta masalah kesehatan fisik dan mental bagi anak.

Meutya menyampaikan pentingnya para orang tua memahami risiko-risiko yang bisa dihadapi anak di ruang digital serta mendampingi dan memantau aktivitas anak di dunia maya.