Menurut Ferry, Muhammadiyah dan pengusaha SI dapat membangun pusat distribusi atau hub bersama sebagai pemasok bagi gerai-gerai koperasi sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk memproduksi kebutuhan sehari-hari seperti kecap, sambal, sampo, dan sabun.

“Kami butuh hub atau offtaker yang ukurannya lebih besar,” ujarnya.

Ferry menjelaskan kerja sama tersebut dapat mempertemukan kapasitas produksi pelaku usaha dengan jaringan distribusi koperasi sehingga produk lokal memiliki akses pasar yang lebih terstruktur dan tidak hanya bergantung pada jalur perdagangan konvensional.

Ia juga menyebut Kementerian Koperasi telah menjalin nota kesepahaman dengan Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mendirikan koperasi masjid dengan proyek percontohan direncanakan di 700 titik dari hampir 12.000 masjid Muhammadiyah.