Hermansyah menjelaskan tembakau tersebut memiliki warna kuning keemasan dan tekstur elastis, dengan karakteristik aroma kacang yang menyerupai kacang tanah segar, serta cita aroma yang harum, manis, dan antep.
Ditambahkan bahwa tembakau Paiton VO Probolinggo juga memiliki kadar nikotin rendah hingga menengah, yakni sekitar 1β3 persen, dengan karakter tarikan yang halus dan ringan serta daya bakar yang baik.
Ia menyebut pelindungan indikasi geografis memberikan dasar hukum untuk menjaga keaslian karakteristik dan kualitas tembakau yang dihasilkan dari wilayah tersebut.
Sementara itu, lanjut dia, Mangga Podang Lereng Wilis Kediri dengan nomor pendaftaran IDG000000280 memiliki ciri khas kulit berwarna kuning jingga yang mencolok.
Dirinya menjelaskan nama βPodangβ merujuk pada kemiripan warna kulit buah dengan burung kepodang, sedangkan daging buahnya dikenal lembut, berserat halus, dan memiliki kandungan air yang tinggi.
Mangga Podang Lereng Wilis Kediri memiliki perpaduan cita rasa manis yang dominan, sentuhan asam yang menyegarkan, serta aroma khas yang kuat.
Disebutkan bahwa karakteristik tersebut dipengaruhi oleh kondisi geografis berupa tanah vulkanik yang subur, ketinggian wilayah sekitar 200β600 meter di atas permukaan laut, serta iklim tropis dan kearifan lokal petani dalam menjaga kualitas buah.