NADIKABAR.COM — Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot mengatakan hanya rakyat Iran yang berhak memutuskan siapa pemimpin negara mereka.
Prevot mengatakan hal itu, Jumat (23/10), sekaligus sebagai sikap penolakan atas permintaan agar Belgia mengakui Reza Pahlavi sebagai wakil sah Iran.
"Justru, atas nama demokrasi, keputusan mengenai siapa yang harus memimpin Iran adalah keputusan yang harus sepenuhnya berada di tangan rakyat Iran," kata Prevot di platform media sosial X.
Menanggapi seorang aktivis, Prevot mengatakan Pemerintah Belgia tidak bisa mengakui Pahlavi, putra mantan shah Iran yang digulingkan, sebagai wakil sah rakyat Iran dan pemimpin pemersatu oposisi demokratis.
Prevot mencatat individu dan gerakan lain yang mengeklaim mewakili oposisi Iran juga telah menghubunginya.
Dia menekankan bahwa baik oposisi maupun diaspora Iran mencakup berbagai suara, sambil menambahkan bahwa adanya keterlibatan harus mencerminkan keragaman tersebut.
Menteri tersebut juga menjelaskan bahwa ia tidak menolak undangan kepada Pahlavi ke parlemen Belgia. Prevot menghormati kemandirian dan kebebasan lembaga legislatif Belgia tersebut untuk menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh politik asing.