"Kami siap mempertimbangkan sanksi tambahan, sambil tetap mempertahankan dialog sebisa mungkin," tegasnya.
Sebelumnya, Rabu (21/10), DPR Belgia membatalkan rencana untuk menjamu Pahlavi secara resmi pada 5 November, setelah fraksi-fraksi parlemen gagal mencapai konsensus menyusul peringatan dari Kementerian Luar Negeri Belgia untuk berhati-hati, menurut kantor berita Belga.
Keputusan pembatalan tersebut tidak menghalangi Gerakan Reformasi, yang menjadi penggagas undangan tersebut, untuk menjamu Pahlavi secara tertutup.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada akhir Februari lalu, dengan tujuan menghancurkan program nuklir dan menggulingkan rezim Iran.
Kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu, yang mencalonkan diri kembali dalam pemilu pada pekan depan, kembali menyerukan pergantian rezim di Republik Islam Iran.
Penerjemah: Primayanti