Sebaliknya, Prevot justru merekomendasikan agar undangan tersebut diperluas untuk mendengarkan pandangan kelompok-kelompok oposisi Iran lainnya.
"Pada akhirnya, keputusan untuk menolak kehadiran Bapak Pahlavi diambil oleh Dewan Perwakilan Rakyat, bukan oleh saya," kata Prevot.
Dia juga membela keputusan untuk mempertahankan hubungan diplomatik Belgia dengan Iran, sekaligus menolak usulan Gerakan Reformasi liberal berbahasa Prancis untuk mengusir duta besar Iran.
Belgia perlu saluran komunikasi untuk menyampaikan pesan tegas kepada pihak berwenang Iran, serta kehadiran diplomatik untuk memantau perkembangan di negara tersebut.
"Penerapan sanksi tidak bertentangan dengan pendekatan kami untuk tetap menjaga diplomasi dan dialog tetap hidup," kata Prevot.
Belgia akan terus mengecam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan hak perempuan, sekaligus mendukung seruan rakyat Iran akan demokrasi.