Namun, kritik terhadap pertemuan tersebut juga datang dari internal partai mereka sendiri. Misalnya, pakar urusan luar negeri dan keamanan dari CDU, anggota Bundestag Roderich Kiesewetter, mengatakan kepada harian Frankfurter Allgemeine Zeitung, "Saya memandang pertemuan ini dengan sangat kritis. Jika dipikirkan kembali, melakukan pembicaraan telepon akan lebih bijaksana. Sebab hasilnya tetap sama."
Keyakinan bahwa Rusia dapat diajak bernegosiasi, kembali dianggap Menlu Rusia, Lavrov, diakhir pertemuan itu, "Dianggap sebagai lelucon, seperti biasanya."
Pandangan yang sangat berbeda disampaikan oleh politisi kebijakan luar negeri dari SPD, Ralf Stegner. Partai Sosial Demokrat (SPD) merupakan mitra minoritas CDU dalam pemerintahan.
Stegner mengatakan kepada koran mingguan Frankfurter Allgemeine Sonntagszeitung bahwa pertemuan ini mensinyalkan, "Orang-orang Eropa masih di sini." Pujian juga datang dari Partai Hijau yang merupakan oposisi CDU.
Latar belakang inisiatif Jerman ini tentu saja juga karena salah satunya Presiden AS Donald Trump yang mendukung agar Rusia kembali dimasukkan ke dalam kelompok negara-negara industri terkemuka, yang kemudian akan disertakan dalam Kelompok G8, bukan dalam format G7.
Trump pun telah mengundang Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk menghadiri pertemuan G20 pada bulan Desember di Miami, Florida, AS. Dengan kata lain, jika situasi berubah, Jerman tidak ingin terpinggirkan.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman