NADIKABAR.COM — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha Nasir, menyampaikan bahwa keterpilihan BPK sebagai anggota United Nations Board of Auditors (UN BoA) untuk pertama kalinya merupakan capaian diplomasi Indonesia.

"Capaian ini membuka pintu Indonesia untuk membentuk tata kelola PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dari dalam. Ini adalah kontribusi Indonesia bagi credibility of the multilateral system,” ucapnya dalam agenda pembekalan kepada pemeriksa PBB, dari keterangan resmi, di Jakarta, Rabu.

Kegiatan ini merupakan merupakan bagian dari persiapan pemeriksaan tahun pertama BPK sebagai anggota UN BoA, setelah menerima serah terima keanggotaan dari China National Audit Office (CNAO) pada 22 Juli 2026.

Menlu menyampaikan dua pesan utama, yakni pemeriksaan tidak hanya menilai kepatuhan, tetapi juga mendorong efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas PBB, terutama di tengah krisis likuiditas.