Dalam forum itu, Tata menyampaikan pentingnya transisi energi yang adil dan terjangkau, melalui perluasan akses terhadap teknologi energi bersih. Serta pembiayaan dan investasi yang lebih mudah diakses oleh negara berkembang.

Dalam sesi pleno terakhir tentang rantai pasok, Indonesia menekankan pentingnya kepastian rantai pasok global dan penguatan sistem perdagangan multilateral. Indonesia mengusulkan penguatan kesiapsiagaan menghadapi krisis dan kondisi darurat, pembiayaan jangka panjang yang terjangkau.

"Dan perlunya membangun kemitraan di bidang teknologi agar negara berkembang dapat pula menjadi kreator, bukan hanya pengguna," tuturnya.

"Rantai pasok harus memiliki lebih banyak pusat produksi, terutama di negara-negara berkembang," tutupnya.