"Tujuan akhirnya bukan sekadar membuat orang mencicipi makanan Indonesia. Kita ingin rasa menjadi alasan orang melakukan perjalanan, datang ke suatu daerah, bertemu masyarakatnya, mengenal bahan pangannya, mendengar ceritanya, lalu meninggalkan manfaat ekonomi bagi mereka yang hidup di sepanjang rantai gastronomi tersebut," katanya.
Forum juga mempertemukan kekayaan rasa dengan peluang bisnis yang diwujudkan melalui Artisan Market pada 2–4 Oktober, ada 21 tenan dari wilayah Joglosemar dan Jakarta, yang selama tiga hari kegiatan ditargetkan menarik hingga 1.300 pengunjung.
Menurut dia, Artisan Market menjadi ruang temu yang merayakan keberagaman, kreativitas, dan kualitas produk gastronomi lokal, karena pengunjung dapat menjumpai berbagai produk berbahan baku lokal, mulai dari beras beraroma khas, rempah pilihan, keju artisan berstandar internasional, hingga teh dan kopi nusantara serta jamu tradisional dengan sentuhan modern.
Beragam produk daerah lainnya turut meramaikan aktivasi ini, antara lain madu murni, gula kelapa organik, tempe berkualitas tinggi, kue kering artisanal, serta minuman fermentasi seperti kombucha dan soda artisan.