Keragaman ini menunjukkan besarnya potensi bahan baku lokal sekaligus kreativitas para pelaku gastronomi Indonesia dalam mengolahnya menjadi produk bernilai tambah yang, dengan pengembangan yang tepat, mampu bersaing di pasar global.

"Produsen dan UMKM dari berbagai daerah dipertemukan dengan pasar melalui beragam produk. Ini penting, karena ekosistem gastronomi hanya akan berkembang ketika mereka yang menghasilkan produk juga memperoleh akses kepada pembeli, industri, dan peluang pasar yang lebih luas," kata Menpar.

Menurut Menpar, keberadaan ruang temu antara produsen, UMKM, industri, dan konsumen menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem gastronomi yang berkelanjutan.

Dengan demikian, kata Menpar, kekayaan kuliner tidak hanya terjaga sebagai warisan, tetapi juga terus berkembang menjadi sumber nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat.