NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong pengembangan kain ulos melalui penguatan ekosistem industri tenun tradisional, mulai dari peningkatan kapasitas perajin, inovasi produk, hingga perluasan pasar, guna meningkatkan daya saing dan nilai ekonomi budaya Indonesia.
Sarmuji menyampaikan ulos tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengandung nilai budaya dan sosial yang mencerminkan identitas masyarakat Batak sekaligus keberagaman bangsa Indonesia.
Saat menghadiri Pameran Tenun Ulos di Jakarta, Selasa, Sarmuji menyampaikan bahwa pengembangan ulos perlu berjalan beriringan dengan upaya pelestarian budaya agar produk tersebut tetap relevan dengan perkembangan zaman dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya para perajin.
Berdasarkan catatan Kemenperin, saat ini terdapat 43 sentra tenun ulos yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Utara, antara lain Tapanuli Utara, Toba, dan Simalungun. Keberadaan sentra tersebut menunjukkan bahwa ulos memiliki basis produksi yang dapat terus dikembangkan.