Ia menilai peluang pengembangan ulos juga didukung oleh pasar domestik yang semakin terbuka bagi produk lokal.
Menurutnya selain digunakan dalam berbagai tahapan kehidupan masyarakat Batak, ulos kini telah dikembangkan menjadi busana siap pakai, aksesori fesyen, produk dekorasi interior, hingga cenderamata.
Meski demikian, pengembangan industri ulos masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keberlanjutan keterampilan menenun, regenerasi perajin, minat generasi muda, peningkatan kualitas produk, inovasi desain, serta kemampuan pelaku usaha mengikuti kebutuhan pasar.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pihaknya berkomitmen memperkuat ekosistem industri tenun tradisional melalui fasilitasi pengembangan sumber daya manusia dan kewirausahaan industri kecil menengah (IKM), perlindungan produk khas daerah melalui indikasi geografis, serta peningkatan kapasitas dan produktivitas sentra industri.