NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menilai peluang pertumbuhan industri pulp dan kertas nasional masih terbuka melalui penguatan hilirisasi produk bernilai tambah, mulai dari produk kemasan, tisu, hingga serat rayon yang bisa dimanfaatkan memenuhi kebutuhan tekstil.
Menurut dia, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, pengembangan produk hilir menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kinerja sekaligus memperkuat daya saing industri pulp dan kertas nasional di tengah dinamika pasar global.
Saat membuka Kongres Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) 2026 di Jakarta, Selasa, Ia turut menyoroti tingkat utilisasi industri agro yang mencapai 60,78 persen pada triwulan I 2026.
Angka tersebut dinilai masih memiliki ruang untuk ditingkatkan hingga 80 persen atau lebih melalui penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi pelaku industri.
Optimisme terhadap pertumbuhan industri nasional juga didukung Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang mencapai 54,0 pada Oktober 2026, tertinggi dalam 31 bulan terakhir, serta Indeks Kepercayaan Industri (IKI) sebesar 53,77.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, produksi pulp nasional pada 2025 mencapai 11,69 juta ton dengan kapasitas terpasang 14,48 juta ton per tahun. Sementara itu, produksi kertas mencapai 18,65 juta ton dengan kapasitas terpasang 25,37 juta ton per tahun.