Dari sisi perdagangan, industri pulp dan kertas secara konsisten mencatat surplus sepanjang 2021–2025, dengan nilai ekspor mencapai sekitar 8,2 miliar dolar AS pada 2025.

Kinerja positif tersebut berlanjut pada semester I 2026, dengan nilai ekspor pulp sebesar 1,68 miliar dolar AS dan kertas sebesar 2,35 miliar dolar AS.

Sektor ini juga menyerap sekitar 290 ribu tenaga kerja langsung dan 1,2 juta tenaga kerja tidak langsung. Adapun industri kertas dan percetakan memberikan kontribusi sebesar 3,73 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada 2025.

Selain penguatan hilirisasi, Sarmuji mendorong perbaikan rantai pasok kertas daur ulang, penerapan ekonomi sirkular, hingga dekarbonisasi untuk memperkuat daya saing industri pulp dan kertas nasional.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi industri sekaligus mendorong peningkatan kinerja sektor tersebut.

Kepatuhan pemasok bahan baku terhadap peraturan juga menjadi perhatian pemerintah guna mencegah perusakan hutan serta kebakaran hutan dan lahan.