Sementara itu, Ketua Umum APKI Suhendra Wiriadinata menyampaikan bahwa industri pulp dan kertas Indonesia memiliki posisi strategis dalam rantai pasok global.
βPosisi tersebut merupakan kekuatan yang harus kita jaga, tetapi sekaligus menjadi tanggung jawab untuk terus meningkatkan daya saing,β ujar Suhendra.
Menurut dia, daya saing industri tidak lagi hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi juga efisiensi, teknologi, inovasi, kualitas sumber daya manusia, serta kemampuan menghasilkan produk bernilai tambah dan memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Suhendra juga menekankan pentingnya kepastian kebijakan dan komunikasi terbuka antara pemerintah dan pelaku industri dalam menghadapi tantangan ketersediaan energi dan bahan baku, perdagangan internasional, akses pasar, serta meningkatnya tuntutan keberlanjutan.
βAPKI senantiasa siap menjadi mitra pemerintah. Bagi kami, kemajuan industri membutuhkan kebijakan yang memberikan kepastian, dunia usaha yang terus berinovasi, serta komunikasi yang terbuka agar tantangan yang dihadapi industri dapat kita pahami dan diselesaikan bersama,β katanya.
Sementara itu, Direktur Komite Hukum dan Kebijakan APKI Thomas Kosim menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang diolah APKI, volume ekspor pulp pada 2025 tumbuh 7,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan volume ekspor kertas meningkat 9,6 persen. Ini menjadikan Indonesia tetap sebagai eksportir neto untuk kedua produk tersebut.