Sebelumnya, Menperin Muhammad Sarmuji membidik peningkatan utilisasi industri hingga 80-85 persen dari posisi saat ini 66,13 persen agar memperbesar kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional.

Sarmuji menyampaikan, peningkatan utilisasi menjadi salah satu peluang untuk mendorong ekspansi industri nasional, mengingat kinerja manufaktur saat ini menunjukkan tren pertumbuhan positif di tengah narasi deindustrialisasi yang berkembang.

Ia menjelaskan, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Tren tersebut juga terlihat pada 2025, ketika industri pengolahan tumbuh 5,3 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,11 persen.

"Jadi ekonomi lagi tumbuh dan ini sebenarnya crossing pertama kali sejak 12 tahun yang lalu. Biasanya sektor industri itu sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Tapi mulai 2025 akhir, sektor industri tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional," kata Sarmuji.