Sarmuji menyebut sagu dapat diolah menjadi berbagai produk pangan seperti mi, beras analog, pasta, biskuit, dan bahan olahan lainnya yang memiliki peluang pasar semakin luas.

Selain sektor pangan, pengembangan hilirisasi sagu juga mencakup produk nonpangan seperti bio-packaging dan bioetanol yang dapat memperluas pemanfaatan komoditas tersebut secara lebih optimal.

Menurut Sarmuji, pemanfaatan sagu secara menyeluruh dapat mendukung penerapan ekonomi sirkular, karena limbah padat maupun cair hasil pengolahan masih dapat dimanfaatkan kembali.

Ia menambahkan limbah sagu berpotensi diolah menjadi pakan ternak, bahan bakar biogas, serta berbagai produk lain, sehingga pengembangan industri sagu dapat berjalan dengan prinsip minim limbah.

Sarmuji menilai Indonesia memiliki modal besar dalam pengembangan industri sagu, karena mempunyai sumber daya sagu terbesar dunia dengan sebaran wilayah produksi yang luas.