Wilayah penghasil sagu seperti Seram Bagian Timur, Kepulauan Meranti, Nias, dan Mentawai dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai pusat industri pengolahan berbasis komoditas lokal.

Ia menegaskan pengembangan sagu menjadi bagian dari upaya memperkuat diversifikasi pangan nasional, karena ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada beras, tetapi juga sumber pangan alternatif.

"Ini akan memperkuat usaha kita untuk berswasembada pangan, menguatkan kedaulatan pangan kita. Jadi pangan bukan hanya produk beras," katanya pula.

Melalui hilirisasi, riset, dan pengembangan produk inovatif, Sarmuji berharap sagu dapat kembali menjadi pilihan pangan masyarakat, sekaligus memperkuat kedaulatan pangan serta perekonomian nasional.

"Dengan pemanfaatan yang luas, dengan riset yang baik, dengan macam-macam produk sagu, sagu bisa kembali menjadi opsi, bahkan bisa menjadi opsi yang lebih baik dari bahan pangan lainnya," katanya lagi.