NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong pengembangan industri produk antara (intermediate product) untuk memperkuat rantai pasok (supply chain) industri nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas berbasis sumber daya alam lokal.

Menurut Sarmuji, pengembangan produk antara memungkinkan pelaku usaha pangan memperluas peran dalam rantai nilai industri, tidak hanya menghasilkan produk akhir untuk konsumen, tetapi juga menyediakan bahan baku olahan bagi industri lainnya.

"Produk antara memungkinkan pelaku usaha pangan mengambil peran lebih luas dalam rantai nilai, tidak hanya menjual produk akhir kepada konsumen, tetapi juga memasok kebutuhan bagi usaha dan industri lain," katanya dalam Pameran Krista Interfood dan Penganugerahan Indonesia Food Innovation (IFI) 2026, Tangerang, Rabu.

Dalam kesempatan tersebut, Sarmuji menyoroti berbagai inovasi pengolahan komoditas lokal, mulai dari mi berbahan sagu, mi kombinasi singkong dan tempe, rumput laut yang berpotensi jadi biofuel, hingga produk kolagen yang berasal dari kulit, sisik, dan tulang ikan.

Ia juga menyoroti inovasi pengolahan alga menjadi ekstrak untuk bahan pangan fungsional, serta pemanfaatan hasil samping pengolahan ikan sebagai bahan baku kolagen.

Menurut Sarmuji, pemanfaatan hasil samping produksi tersebut sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku industri kecil menengah (IKM).