Kinerja industri tersebut turut didukung kondisi manufaktur nasional yang menunjukkan penguatan. Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 mencapai 54,0, lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara, antara lain Jepang 53,3, Vietnam 52,3, China 52,0, dan Korea Selatan 51,3. Sementara itu, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Oktober 2026 menguat ke level 53,77.
"Ini merupakan modal yang sangat baik. Kita harus memanfaatkan momentum ekspansi ini untuk bekerja lebih cepat dan lebih kuat. Kementerian Perindustrian siap bukan hanya menjadi fasilitator dan regulator, tetapi juga menjadi akselerator bagi pertumbuhan sektor industri yang lebih tinggi," ujar Sarmuji.
Di luar sektor pangan, Sarmuji juga mendorong pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia sebagai bahan baku industri farmasi guna mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku obat.
Selain itu, ia memandang produk pangan dan kuliner Nusantara memiliki potensi sebagai sarana diplomasi lunak untuk memperluas pengenalan produk Indonesia di pasar internasional.
Oleh karena itu, ia mendorong kolaborasi pelaku industri pangan dengan diaspora Indonesia di berbagai negara.