NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian (Menperin), Sarmuji, menyebut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi salah satu sumber pengangguran di Indonesia. Hal ini terjadi karena pendidikan dalam negeri tidak sesuai dengan kebutuhan industri atau link and match.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ironi bagi pendidikan vokasi di Indonesia. Sebab, lulusan pendidikan vokasi seharusnya dipersiapkan untuk memiliki keterampilan yang sesuai dan siap terserap oleh industri.
"Agak menjadi ironi SMK-SMK kita, pendidikan vokasional kita, yang sebenarnya diharapkan bisa siap masuk ke dunia kerja, tetapi fakta menunjukkan kontradiksi yang cukup membuat kita pusing semua. SMK kita termasuk salah satu yang menjadi sumber dari pengangguran yang ada di Indonesia," ungkap Sarmuji dalam sambutannya di acara Rapimnas Kadin Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (30/10/2026).