Selain itu, Sarmuji juga meneybut Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia pada September 2026 juga berada di zona ekspansi dengan level 52,1.
Kemudian, dari sisi penyerapan tenaga kerja, ia menyebut industri pengolahan telah menyerap 19,98 juta orang hingga Mei 2026.
Sementara itu, kontribusi ekspor industri pengolahan pada Agustus 2026 mencapai US$159,55 miliar atau senilai Rp2,89 triliun (dengan asumsi kurs Rp18.144 per US$) atau 82,40 persen dari total ekspor nasional.
Sarmuji menilai besarnya pasar domestik turut menopang ketahanan industri nasional di tengah gejolak ekonomi global. Sebanyak 78,39 persen produk manufaktur nasional diserap oleh pasar dalam negeri.