NADIKABAR.COM β Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengupayakan penguatan pendidikan vokasi sebagai solusi mengatasi pengangguran sekaligus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten, produktif, dan berdaya saing melalui penyelarasan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia industri.
βSaat ini ada paradoks yang cukup tinggi. SMK dibentuk untuk menyiapkan anak-anak yang siap bekerja, tetapi data menunjukkan bahwa pengangguran yang tinggi salah satunya justru berasal dari lulusan SMK. Namun, paradoks itu tidak terjadi di SMK-SMAK Bogor dan Politeknik AKA Bogor. Ini luar biasa dan patut kita apresiasi,β kata Sarmuji saat mengunjungi SMK-SMAK Bogor dan Politeknik AKA Bogor, Jawa Barat, Kamis.
Menurut dia, keberhasilan kedua institusi pendidikan vokasi di bawah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tersebut tidak terlepas dari kuatnya kerja sama dengan industri, sehingga lulusan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja.
Penguatan pendidikan vokasi dinilai semakin penting untuk mengoptimalkan bonus demografi Indonesia. Tanpa dukungan kompetensi dan ketersediaan lapangan kerja, besarnya jumlah penduduk usia produktif justru berpotensi menjadi beban ekonomi.