Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Adie Rochmanto Pandiangan mengatakan kementeriannya terus menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, memperkuat fasilitas pembelajaran, serta memperluas kemitraan dengan dunia usaha.

SMK-SMAK Bogor mengembangkan pembelajaran berbasis praktik, proyek inovasi, sertifikasi kompetensi, dan praktik kerja industri. Adapun Politeknik AKA Bogor memiliki empat program studi yang berfokus pada bidang kimia dan penerapannya.

“Kami ingin seluruh unit pendidikan vokasi Kemenperin terus berkembang menjadi pusat pengembangan kompetensi dan inovasi yang mampu menghasilkan SDM industri unggul. Dengan demikian, pendidikan vokasi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas, daya saing, dan pertumbuhan industri nasional,” ujar Adie.