NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji melakukan pertemuan dengan Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) pagi ini. Dalam pertemuan itu, dia mewanti-wanti agar gula industri tidak bocor ke pasar konsumsi.
Pihaknya meminta AGRI untuk memastikan gula rafinasi tidak boleh dijadikan sebagai gula konsumsi. Sarmuji menekankan gula rafinasi tidak boleh sampai bocor ke pasar gula konsumsi.
Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu pasar gula konsumsi dalam negeri yang jumlah produksinya saat ini dinilai sudah mencukupi kebutuhan.
"Karena kalau bocor menjadi gula konsumsi, itu seperti kita menikam saudara kita sendiri. Padahal kita bisa produksi gula konsumsi dan jumlahnya sangat cukup. Jadi saya sebagai Menteri Perindustrian ingin juga memastikan, ingin mendapatkan kepastian dari AGRI komitmen supaya gula rafinasi ini tidak bocor ke konsumen," terang Sarmuji di kantornya, Selasa (27/10/2026).
Dia pun menegaskan Kemenperin akan mengawasi ketat penyaluran gula rafinasi agar tidak bocor ke pasar konsumen dan tetap digunakan sesuai peruntukannya, yakni sebagai bahan baku industri.
"Jadi kita sama-sama jaga, kita berikan jaminan ketersediaan gula rafinasi sebagai bahan baku industri, tetapi sebaliknya, kita juga meminta dengan sangat dan akan kita awasi dengan ketat supaya gula rafinasi tidak bocor ke konsumen, sebagai gula konsumsi," terang Sarmuji.
Dia menejelaskan pertemuan dengan AGRI juga membahas terkait langkah antisipasi adanya kenaikan kebutuhan gula menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Ramadan, hingga Idulfitri tahun depan. Hal ini penting dilakukan agar agar aktivitas industri makanan dan minuman tetap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum AGRI Supriyadi menegaskan pihaknya berkomitmen menyalurkan gula rafinasi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kita tetap berkomitmen bahwa industri gula rafinasi ini berkomitmen tidak akan merembeskanlah sebenarnya, kita berkomitmen mendistribusikan gula rafinasi sesuai peraturan yang ada, ya, sesuai dengan peraturan Menteri Perdagangan," tegas Supriyadi.