NADIKABAR.COM β Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak keluarga untuk menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai alternatif kegiatan positif bagi anak di tengah meningkatnya penggunaan gawai, karena permainan tradisional mendorong interaksi dan kebersamaan.
βAnak-anak tidak bisa dilarang begitu saja dari penggunaan teknologi atau gadget tetapi perlu diberikan alternatif kegiatan yang menarik, edukatif, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Salah satu alternatifnya adalah permainan tradisional berbasis kearifan lokal, karena setiap daerah memiliki permainan khas masing-masing,β ujar Menteri PPPA di Jakarta, Minggu saat Festival Anak Bermain.
Berbeda dengan penggunaan gawai yang cenderung dilakukan secara individual, katanya, permainan tradisional melibatkan banyak orang sehingga membuka ruang komunikasi dan memperkuat hubungan emosional antara anak dan orang tua.
βPermainan tradisional ini menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan orang tua dengan anak-anaknya. Karena permainan tradisional tidak dilakukan sendiri seperti bermain gawai, sehingga ada hubungan dan interaksi yang lebih baik antara anak dan orang tua,β katanya.